19 September 2015
Tak Terlupakan
Goresan Pensil: Rona Bunga Mawar
Entah darimana bermula
Sesuatu yang ternyata bertahan lama
Entah bagaimana berjalan
Sesuatu yang seharusnya diabaikan
Mungkin kita tak bermaksud
Mencipta sesuatu tak berwujud
Atau mungkin hanya aku
Semua indah bila diingat
Namun pedih bila dirasa
Mungkin sekarang tinggallah aku
Tapi kau juga pernah begitu
Belum terlupa kau yang di hati
Masih tersimpan kenangan terukir
Walau kau tak lagi peduli
Akankah kau kembali?
Tahukah kau aku masih merasa
Tahukah kau aku tengah merindu
Bodohkah aku yang masih bertahan
Saat kita tak lagi bertegur sapa
Minggu, 20 September 2015
Kamis, 10 September 2015
55 words
55 words
10 September 2015
Kau tenggelamkan hatiku
Lalu kau terapungkan
Kau biarkan aku berjalan
Lalu kau ajak terbang
Kau menyobekku
Lalu menyatukan dengan lem
Kau melecekku
Lalu kau merapikan
Kau membuat aku mati
Lalu menghidupkanku kembali
Tolong, ketahuilah
Perasaan ini mudah rapuh
Retak, lalu patah
Kau menganggap cinta begitu remeh
Cinta tidak semudah itu
Cinta tidak sebercanda itu
BerubahlahHK
Senin, 07 September 2015
Aku Muak dengan Permainanmu
51 words
06 September 2015
Ketika kau melihatku
Lalu tersenyum
Perasaanku hidup
Tapi,
Kata-katamu
Menyirnakan perasaan itu
Maksudmu apa?
Saat hati beku
Tertutup dan tertimbun
Kau memberi harap
Ketika ku membentuk modus
Kau menghindar
Kau seperti wanita labil
Padahal kau seorang lelaki
Kuberharap
Kau tak kunjung datang
Kuberlalu
Kau merespon
Sudahi saja sandiwaramu
Aku muak dipermainkan.
HK
06 September 2015
Ketika kau melihatku
Lalu tersenyum
Perasaanku hidup
Tapi,
Kata-katamu
Menyirnakan perasaan itu
Maksudmu apa?
Saat hati beku
Tertutup dan tertimbun
Kau memberi harap
Ketika ku membentuk modus
Kau menghindar
Kau seperti wanita labil
Padahal kau seorang lelaki
Kuberharap
Kau tak kunjung datang
Kuberlalu
Kau merespon
Sudahi saja sandiwaramu
Aku muak dipermainkan.
HK
Rabu, 26 Agustus 2015
Jealous
"Kamu cemburu kah?" tanyanya.
Aku merengut sambil berceloteh, "Ga, hati aku panas aja."
Ia tertawa kecil namun wajahnya merah seperti kepiting rebus. Aku pun ikut tertawa karena wajah merahnya begitu lucu. Tiba-tiba dia memelukku sangat erat.
Dia berbisik di telingaku "Tenang yah, kamu punyaku kok."
Aku tersenyum senang mendengar hal itu. Namun, di sisi lain, aku juga takut jika omongan itu hanyalah sekadar kata-kata tak bermakna.
HK
Aku merengut sambil berceloteh, "Ga, hati aku panas aja."
Ia tertawa kecil namun wajahnya merah seperti kepiting rebus. Aku pun ikut tertawa karena wajah merahnya begitu lucu. Tiba-tiba dia memelukku sangat erat.
Dia berbisik di telingaku "Tenang yah, kamu punyaku kok."
Aku tersenyum senang mendengar hal itu. Namun, di sisi lain, aku juga takut jika omongan itu hanyalah sekadar kata-kata tak bermakna.
HK
Jumat, 14 Agustus 2015
Pak Tani
66 words
14 Juni 2015
Di siang bolong
Matahari tepat berada di atas kepala
Keretaku melaju kencang
Melewati luasnya sawah
Kulihat pak petani
Bersikeras memanen padi
Padi menguning siap dipetik
Dengan peluh keringat
Berjatuhan di sekujur tubuhnya
Bekerja untuk sesuap nasi
Lalu kulihat berhektar-hektar sawah
Warnanya hitam membusuk
Apa artinya?
Apakah gagal untuk dipanen?
Betapa malangnya pak tani
Tenanglah pak tani
Kesabaranmu diuji
Rezekimu menanti
Suatu saat,
Hidupmu indah pada waktunya
HK
Sabtu, 08 Agustus 2015
60 words
60 words
26 Juli 2015
Kami berkemah
Seperti yang
kukira, dia juga
Kami lama
tak bercakap
Lama tak
bersapa
Lama tak
bercanda
Kami hanya
saling melihat
Lalu buang
muka
Kami 1
kelompok
Namun tak
berdiskusi
Melalui
perantara komunikasi kami
Sangat tidak
menyenangkan
Ini menyebalkan
Kenapa harus
bermusuhan?
Kenapa tak
berteman?
Masa lalu
Dahulu
Bernostalgia
mengingat peristiwa pahit
Aku tak
boleh membencimu
Walaupun aku
ingin melakukannya
HK
Rabu, 05 Agustus 2015
Cinta Lama Bersemi Kembali
111 words
05 Agustus 2015
Senyuman itu. Lagi-lagi dia tersenyum. Aku pun
tertawa karena dia lucu. Aku melihatnya secara langsung. Rasa rindu timbul
seketika.
Aku berpas-pasan dengan dia ketika di koridor
sekolah. Dia tersenyum. Aku melebarkan bibirku lalu memalingkan wajah karena
aku tak tau kepada siapa senyuman itu dilemparkan.
“Hy” sebuah kata yang ia kirimkan melalui salah satu social media. Aku berjingkrak-jingkrak karena kontaknya yang sudah berdebu kini tersapu. Dia menyapaku.
“Halo J” balasku.
Kami berkomunikasi
dengan perantara handphone. Tak lama, hanya sebentar saja, lalu dia menyudahi
percakapan itu.
Aku merasakan bibit cinta ini mulai tumbuh lagi. Perasaan
benci tersapu bersih. Sakit yang lalu seakan tak pernah terjadi. Apa ini yang
disebut Cinta Lama Bersemi Kembali?
HK
HK
Jumat, 17 Juli 2015
Life Is Fair
Lihatlah
Dunia itu adil
Hidup itu wajar sebagaimana adanya
Yang miskin jadi kaya
Yang kaya jatuh miskin
Penyakit dipatahkan
Kebodohan dihancurkan
Keangkuhan dijatuhkan
Roda hidup terus berputar
Mungkin hanya kau yang merasa
Syukur tak pernah keluar dari mulutmu
Sepatah katapun tak kau ucapkan
Keluhan yang terus berlanjut
Rengutan di wajahmu
Ambekan dan amarah menyala
Tanpa penyebab
Mungkin kau merasa seperti anjing mati
Karena sekali kemenangan
Seribu kali keangkuhan
Sekali kekalahan
Seribu kali keluhan tak terima
Kau menjadi diam, beku, kaku
Tak berdaya
Mungkin gila karena harta
Mungkin stress karena pendidikan
Merasa tak berguna
Karena tak pernah kehilangan
Tapi kau salah
Sedari dulu, takkah kau berpikir
Hidup begitu indah?
Pikirkanlah itu!
08 May 2015
HK
Sabtu, 11 Juli 2015
Believe on Instinct
Haluuuu! Lama sekali tak berjumpa. Akhir-akhir ini aku ((ngga)) sibuk, lagi di Surabaya sedang menikmati liburan yang menyenangkan ((hehehe)). Hampir 1 bulan yah uda ga post. Mau post tapi, ah, nanti aja deh, nikmati dulu liburannya 😂
Post kali ini maunya sih flash fiction, tapi gatau masuk kategori atau ga. Coba aja deh yah.Selamat membaca! 😊😊😊
"Believe On Instinct"
Bunyi bel sekolahku berbunyi. Seluruh siswa SMA keluar riuh dari kelasnya lalu berkumpul bersama geng-nya. Beginilah anak sekolahan. Ber-geng. Aku pun bersama geng-ku. Geng kami berjumlah 6 orang. Hanya saja yang 1 baru pulang dari berangkat.
Kami janjian untuk makan bersama di suatu tempat. Di situ juga temanku yang 1 ikut berkumpul.
Setibanya di sana, dia membawa oleh-oleh untuk kami. Dia membawa 4 lembar baju baru khas Yogyakarta yang masih tersimpan rapi dalam sebuah plastik. Masing-masing sudah diberi nama dan semua sudah dapat kecuali aku. Aku terlupakan oleh temanku ini. Aku tak masalah tidak mendapat baju, tapi masakan dia tidak mengingat bahwa aku juga masuk dalam gengnya? Apakah dia pikir baju itu tidak berguna untukku? Ah sudahlah!
"Maaf, aku tidak ingat kalau kau juga ada. Aku membelinya pas-pas-an. Maaf yah" ucapnya malu.
Semua saling bertatapan. Aku hanya bisa memalsukan senyumanku.
Pikiranku jadi berkelamut. Ada apa ini? Aku seperti kehilangan jiwa kesadaranku. 'Lupakanlah', pikirku.
Setelah kami selesai makan, kami hendak kembali ke sekolah untuk meminta jemput di sana. Kami melewati zebra cross. Kami berada di jalur yang tepat. Tapi, kendaraan motor melaju ke arahku. Aku tak kuasa menghindarnya karena gas ditancapnya begitu cepat.
Temanku kaget bukan kepalang.
Melihat jalanan penuh dengan darah yang mengalir dari kepalaku. Aku terlentang tak berdaya di tengah jalan. Disambut panikan dan kejutan tak terkira oleh semua orang. Rambutku basah berwarna merah. Seragam putihku perlahan berganti merah pula. Jantungku tak terasa detaknya. Aku korban tabrak lari akan segera dikuburkan 2 hari ke depan.
Mungkin benar, baju itu tak ada gunanya jika dia berikan kepadaku.
HK
Rabu, 10 Juni 2015
No Need To Say Goodbye 🙈🙉🙊
Setiap pertemuan, pasti selalu diakhiri dengan perpisahan. Itulah sebabnya kita harus belajar dan siap untuk mengalami namanya kehilangan ataupun berpisah dengan orang-orang yang kita sayangi. Walaupun perpisahan sementara yang sebenarnya akan bertemu di waktu dan tempat lain. Misalnya, perpisahan sekolah, iya, angkatan sekolah menengah pertama.
SMP 1 Tarakan, pada hari Rabu tadi 11 Juni 2015 pukul 9am sampai selesai menyelenggarakan acara perpisahan kelas 9 🎓🎓
Bagi aku sendiri yang masih kelas 8, ada perasaan suka dan duka sih. Sukanya, mereka uda sukses dan berhasil di tingkat SMP, mereka akan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Dukanya yah otomatis aku bakalan jarang ngeliat mereka lagi, sepi banget kalau uda gaada kelas 9. Kelas 9 yang mempunyai karakter yang berbeda-beda dan pastinya unik. Aku lumayan dekat dengan mereka walaupun tidak sedekat aku dengan orangtuaku wkaka setidaknya aku mengetahui mereka. Yah sempet senang karena aku bisa foto bareng idolaku di sekolah. You don't have to know his name lah yah wakak 😂😂
Tangisan, duka, canda, tawa mereka hari ini terlepas begitu saja. Yah. Mereka akan berpisah sekolah, pisah kelas, pisah dengan guru-guru, bahkan mungkin pisah dengan teman-teman mereka. Aku sendiri bisa merasakan kesedihan itu. Yah agak suli menerimanya tapi yah mau bagaimana lagi, toh sudah harus begitu ☺
Aku juga mau ngucapin y buat seluruh kakak kelas 9. Terutama buat 10 besar nilai tertinggi di SMP 1. Aku cuman bisa ngucapin selamat dan doa yang terbaik buat mereka. Semoga mereka bisa sukses di SMA dan bisa membanggakan orangtua mereka. Congratulation senpai!
No need to say goodbye, yah! 😁😀☺😄😃
SMP 1 Tarakan, pada hari Rabu tadi 11 Juni 2015 pukul 9am sampai selesai menyelenggarakan acara perpisahan kelas 9 🎓🎓
Bagi aku sendiri yang masih kelas 8, ada perasaan suka dan duka sih. Sukanya, mereka uda sukses dan berhasil di tingkat SMP, mereka akan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi. Dukanya yah otomatis aku bakalan jarang ngeliat mereka lagi, sepi banget kalau uda gaada kelas 9. Kelas 9 yang mempunyai karakter yang berbeda-beda dan pastinya unik. Aku lumayan dekat dengan mereka walaupun tidak sedekat aku dengan orangtuaku wkaka setidaknya aku mengetahui mereka. Yah sempet senang karena aku bisa foto bareng idolaku di sekolah. You don't have to know his name lah yah wakak 😂😂
Tangisan, duka, canda, tawa mereka hari ini terlepas begitu saja. Yah. Mereka akan berpisah sekolah, pisah kelas, pisah dengan guru-guru, bahkan mungkin pisah dengan teman-teman mereka. Aku sendiri bisa merasakan kesedihan itu. Yah agak suli menerimanya tapi yah mau bagaimana lagi, toh sudah harus begitu ☺
Aku juga mau ngucapin y buat seluruh kakak kelas 9. Terutama buat 10 besar nilai tertinggi di SMP 1. Aku cuman bisa ngucapin selamat dan doa yang terbaik buat mereka. Semoga mereka bisa sukses di SMA dan bisa membanggakan orangtua mereka. Congratulation senpai!
No need to say goodbye, yah! 😁😀☺😄😃
HK
Sabtu, 30 Mei 2015
UAS
Gaes, besok yang kelas 7 dan 8 pada ulangan. Termasuk diriku, azek. Jadi doi-in yah eh salah doain yah supaya nilai pada bagus-bagus, tinggi-tinggi, juga bisa juara 1 lagi. AMEN.
Selama 1 pekan ke depan, harus di depan buku. Harus belajar dan nguras otak. Ini ulangan semester 2, harus bener-bener belajar, penentuan naik kelas atau ga. Moga semuanya pada naik kelas deh yah. AMEN.
Jadi hari Jumat dan Sabtu kayanya ga bisa ngepost. Tapi diusahain hari Minggu bisa ngepost hal-hal yang (semoga) menarik lagi. Doain yah. Biar bisa ngebahagiain dan banggain banyak orang, gitu. Iya gitu.
Jangan malas! Fighting, fella! Yes, we can ♡
HK
Selama 1 pekan ke depan, harus di depan buku. Harus belajar dan nguras otak. Ini ulangan semester 2, harus bener-bener belajar, penentuan naik kelas atau ga. Moga semuanya pada naik kelas deh yah. AMEN.
Jadi hari Jumat dan Sabtu kayanya ga bisa ngepost. Tapi diusahain hari Minggu bisa ngepost hal-hal yang (semoga) menarik lagi. Doain yah. Biar bisa ngebahagiain dan banggain banyak orang, gitu. Iya gitu.
Jangan malas! Fighting, fella! Yes, we can ♡
HK
Sabtu, 23 Mei 2015
Thanks God
Kali ini mungkin post-nya sedikit berbeda dari biasanya. Ngepost cerpen ga apa lah yah hahaha.. Tau kan yah cerpen itu apa? Yap! Cerita Pendek.
Cerpen ini sebenarnya aku buat waktu masih kelas 3 SD, cuman yah taulah gimana kalau anak SD buat cerita sedikit amburegul. Jadi aku revisi dan lumayanlah wkwk
Judulnya Thanks God. So, here u go..
Cerpen ini sebenarnya aku buat waktu masih kelas 3 SD, cuman yah taulah gimana kalau anak SD buat cerita sedikit amburegul. Jadi aku revisi dan lumayanlah wkwk
Judulnya Thanks God. So, here u go..
Thanks
God
Terik matahari berada
hampir di sebelah barat. Tepat pukul 02.00 PM, aku baru pulang dari sekolah
dijemput oleh Papaku. Sesampainya aku di rumah, aku mengucap salam kepada
Mamaku.
“Ma, aku pulang..”
kataku sambil melempar tas ransel yang berat itu di sofa.
“Wah anak mama uda
pulang. Herlin sudah makan kah?” tanya Mama lembut.
“Belum, Ma. Emang, Mama
hari ini masak apa? Soalnya aku lapaaarr bangett, tadi pagi lupa sarapan, di
sekolah cuman makan Chitato 1 bungkus” kataku segera ke dapur.
”Mama kan uda sering
bilang, kamu harus sarapan setiap hari, agar perut kamu tidak kosong dari
semalaman tidur. Mama masak tahu goreng, tempe goreng, ikan goreng, dan sayur
bayam. Mama juga ada buat sambal kesukaan kamu loh. Ikan goreng kalau dimakan
dengan sambal pasti enak, soalnya tadi Mama sudah makan ikan pakai sambal” kata
Mama menghampiriku.
“HAH? Iiih, aku ngga mau makan kalau gituu.
Padahalkan, tadi aku ngehayalin hari ini Mama masak ayam goreng, sekalinya Mama
masak makanan begituu, aku kan ga suka!” bentakku.
“Kamu harus makan kalau tidak kamu akan sakit.
Ayolah coba makan sedikit saja, pasti enak” kata Mama.
“Ngga, aku ngga mau makan!” bentakku sekali
lagi sambil berlalu masuk ke kamar.
Mama hanya terdiam.
Mama tau dan mengerti sikapku yang ambekan dan ngga tahu menahu usaha seseorang
terhadap diriku. Aku lain dari pada yang lain. Aku anak satu-satunya yang
paling buruk dalam segi sifat dibanding keempat kakakku.
***
“Lapaarr, yaelahh. Kalau tau begini mah
mending makan di skolah ajaa. Sedih yaa punya orangtua yang sulit punya waktu
untuk masak makanan yang enak sperti anak-anak lainnya” ucapku sambil mengambil
remote TV dan menyetelnya.
Saat TV sudah menyala,
tanpa disengaja, acara yang sedang disiarkan channel Trans 7 adalah acara “Orang Pinggiran”
Mataku tertuju pada
acara yang sebenarnya aku sama sekali tidak tertarik. Tanpa disuruh, mataku
melihat seorang anak kecil laki-laki hidup tanpa merasakan kasih sayang
orangtua dan harus tinggal bersama kakeknya yang sudah berumur 80 tahun. Dia
masih duduk di bangku SD kelas 3. Anak kecil itu menjadi anak yatim piatu yang
bekerja mencari nafkah untuk biaya pengobatan kakeknya yang sudah tua dan tidak
bisa berbuat apa-apa selain hanya berbaring di atas papan kecil yang menjadi
tempat tidurnya.
Sepulang sekolah, dia
bekerja mencari kotoran hewan, memungutinya, dan mengumpulkannya lalu dijual
kepada produsen perusahaan pupuk. Dia melakukan semua kegiatannya itu setiap
hari. Dia juga berusaha melakukan yang terbaik agar menyenangkan hati kakeknya.
Pada saat jam makan, dia dan kakeknya hanya bisa makan sisa nasi dan daging
ayam dari produsen pembuatan pupuk, dan terkadang, dia dan kakeknya hanya bisa
makan nasi yang dicampuri garam.
Walaupun dia masih
belia, tapi dia tidak kenal lelah, tidak kenal dengan yang namanya menyerah.
Karena dia masih punya mimpi untuk menjadi dokter, dan dia yakin segala sesuatu
tidak ada yang mustahil.
Tayangan itu membuatku
perlahan meneteskan air mata. Aku terharu. Aku menangis tersedu. Siapa sangka?
Siapa sangka, anak kecil kelas 3 SD tanpa orangtua sudah bekerja mencari uang
untuk kelangsungan hidupnya dan kakeknya? Aku tidak. Aku ngga bisa
membayangkan, bagaimana sulitnya hidup anak kecil itu jikalau kakeknya
meninggalkan dia. Aku ngga bisa membayangkan bagaimana caranya dia untuk dapat
bertahan dengan kondisi seperti itu.
Aku sadar. Aku harusnya
bersyukur sama Tuhan. Aku masih mempunyai orangtua, masih bisa merasakan kasih
sayang mereka, masih bisa makan lauk yang enak, semua kebutuhanku dicukupkan,
dan ngga perlu bekerja. Aku tak pantas marah pada Mama. Aku tak pantas
mengeluh. Aku berdosa. Aku pun langsung berdoa, memohon ampun dan bersyukur
atas semua yang sudah Tuhan berikan untukku.
“Bapa di dalam Kerajaan Surga. Aku memohon ampun
pada-Mu. Aku berdosa. Aku tadi membentak Mamaku. Aku minta maaf karena
seharusnya aku tidak begitu. Tolong ampuni aku. Harusnya aku bersyukur masih
memiliki Mama dan Papa di hidupku, masih bisa merasakan kasih sayang mereka,
masih bisa makan, kebutuhanku semua tercukupi tanpa harus bekerja. Aku tau aku
bersalah, maka dari itu tolong ampuni aku. Tolong ubah hidupku menjadi yang
baru. Menjadi anak yang bisa bersyukur atas segala sesuatu yang aku miliki. Bapa,
mungkin di luar sana masih banyak yang ingin menjadi aku, menginginkan
kehidupan yang layak seperti yang aku rasakan, berkati mereka Bapa, lindungi
mereka dimanapun dan kapanpun mereka berada. Berikan berkat yang melimpah pada
mereka dan tolonglah jika ada sesuatu yang akan terjadi pada mereka nantinya.
Dalam nama Tuhan Yesus, aku sudah berdoa. Amin!”
Setelah selesai berdoa,
aku keluar kamar dan menemui Mamaku. Aku memeluk Mama dan meminta maaf padanya.
“Maa, aku minta maaf
yaa.Aku tadi jahat sama Mama. Aku mau berubah kok. Aku mau menjadi anak yang
turut sama Mama. Jadi anak yang bisa bersyukur untuk segala sesuatu. Bersyukur
karena Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bisa memiliki Papa dan Mama.
Maaf ya, Ma” peluk dan sesalku.
“Iyaa, Herlin. Mama
maafin kamu kok. Sekarang kamu makan yaa, kamu pasti lapar” ucap Mama lembut
mengelus rambutku.
“Iya Maa. Makasih yaa,
Ma” kataku.
Terlihat raut wajahnya
melebarkan bibirnya, Mama senang sekali. Mama tau dan yakin bahwa Tuhan akan
mengubah hidupku. Mama tau Tuhan akan campur tangan dan membantuku untuk
menjadi yang baru.
Mungkin banyak temanku memiliki
semua barang yang diinginkan, tapi aku tidak bisa mencapainya dengan mudah. Aku
tidak kaya. Aku tidak memiliki rumah yang mewah dan harta yang melimpah. Tapi
aku yakin, aku kaya di dalam Tuhan.
‘No matter how good or
bad you think life is, wake up each day and be thankful for life. Someone
somewhere else is fighting to survive. Dear God, thankyou for everything J’
Tamat
Cerpen ini hanyalah cerita fiktif belaka. Saya mohon maaf apabila ada kesamaan ide dengan cerita saya. Thanks for reading ^^
HK
Jumat, 15 Mei 2015
I'm Your Secret Admirer
Senyummu, tawamu
Suara beratmu
Aku kangen itu
Kau memanggil namaku
Kau menepuk pundakku
Tak kukira kau bisa lakukan itu
Tahan aku
Aku terlalu bergembira
Mungkin bisa melayang
Terbang jauh bersama layang-layang
Bisakah itu diulang?
Aku kangen
Kau berbicara padaku
Kau tersenyum padaku
Melambaikan tanganmu ke arahku
Memanggil namaku
Bahkan, ketika kau menatapku
Mengenalmu lebih dalam
Itu yang kuiinginkan
Tapi
Apa mungkin?
Kau akan beranjak dewasa
Berpisah sekolah
Tak akan mungkin
Apa aku harus melepasmu?
Ah, kau terlalu indah
Kau spesial untukku
Kau istimewa bagiku
Sulit untukku melepasmu
Melepasmu bagaikan layangan limbong
Tak tentu arah
Namun tetap diambil orang
Aku bingung
HK
Suara beratmu
Aku kangen itu
Kau memanggil namaku
Kau menepuk pundakku
Tak kukira kau bisa lakukan itu
Tahan aku
Aku terlalu bergembira
Mungkin bisa melayang
Terbang jauh bersama layang-layang
Bisakah itu diulang?
Aku kangen
Kau berbicara padaku
Kau tersenyum padaku
Melambaikan tanganmu ke arahku
Memanggil namaku
Bahkan, ketika kau menatapku
Mengenalmu lebih dalam
Itu yang kuiinginkan
Tapi
Apa mungkin?
Kau akan beranjak dewasa
Berpisah sekolah
Tak akan mungkin
Apa aku harus melepasmu?
Ah, kau terlalu indah
Kau spesial untukku
Kau istimewa bagiku
Sulit untukku melepasmu
Melepasmu bagaikan layangan limbong
Tak tentu arah
Namun tetap diambil orang
Aku bingung
HK
Sabtu, 09 Mei 2015
Monolog: Cara Mengatasi Demam Panggung
Hai!! Aku waktu itu ada janji kan yah cara mengatasi demam panggung pada saat ber-monolog? :))
Here we go..
1. Berlatihlah cara berbicara/bermonolog kalian di depan umum
2. Rileks
3. Apabila kalian merasakan yang namanya gugup, maka hembuskanlah nafasmu
4. Lihatlah alis mata mereka seolah-olah kalian sedang menatap para penonton
5. Pada saat monolog, janganlah hanya berdiam diri di tempat saja, tapi sambillah kalian berjalan-jalan di depan penonton dengan menggunakan ekspresi "wah" sehingga mereka terkesan
6. Jangan menghafal. Menghafal akan membuatmu lupa akan semua teks yang sudah kamu buat
7. Lebih bagus tidak membawa teks, buat kata-kata sendiri aja
8. Ambil perhatian para penonton.
Kalau ekspresi marah, marahilah mereka seolah-olah mereka melakukan kesalahan. Tapi ingat, jangan sampai kelebihan batas. Kalau puisi, kalian harus benar-benar menguasai setiap kata dan berlatih dalam penghayatan
9. Penghayatan dan nada bermonolog harus sesuai dengan isinya. Kalau monolognya marah-marah, usahakan mengeluarkan emosi yang luar biasa.Kalau sedih, menangislah jika perlu. Apabila penonton sudah terkesan dan terbawa suasana, kamu dinilai sudah berhasil membuat penonton terhayut dalam monolog kamu
10. Gunakanlah bahasa sehari-hari
Itu sih yang uda aku terapkan dan Puji Tuhan berhasil. Aku berhasil membuat mereka terkejut lalu menangis. Haleluya! Bagaimana denganmu? Siapkah kamu menerapkan sesuai dengan dirimu sendiri? ((:
Semoga bermanfaat!
HK
Here we go..
1. Berlatihlah cara berbicara/bermonolog kalian di depan umum
2. Rileks
3. Apabila kalian merasakan yang namanya gugup, maka hembuskanlah nafasmu
4. Lihatlah alis mata mereka seolah-olah kalian sedang menatap para penonton
5. Pada saat monolog, janganlah hanya berdiam diri di tempat saja, tapi sambillah kalian berjalan-jalan di depan penonton dengan menggunakan ekspresi "wah" sehingga mereka terkesan
6. Jangan menghafal. Menghafal akan membuatmu lupa akan semua teks yang sudah kamu buat
7. Lebih bagus tidak membawa teks, buat kata-kata sendiri aja
8. Ambil perhatian para penonton.
Kalau ekspresi marah, marahilah mereka seolah-olah mereka melakukan kesalahan. Tapi ingat, jangan sampai kelebihan batas. Kalau puisi, kalian harus benar-benar menguasai setiap kata dan berlatih dalam penghayatan
9. Penghayatan dan nada bermonolog harus sesuai dengan isinya. Kalau monolognya marah-marah, usahakan mengeluarkan emosi yang luar biasa.Kalau sedih, menangislah jika perlu. Apabila penonton sudah terkesan dan terbawa suasana, kamu dinilai sudah berhasil membuat penonton terhayut dalam monolog kamu
10. Gunakanlah bahasa sehari-hari
Itu sih yang uda aku terapkan dan Puji Tuhan berhasil. Aku berhasil membuat mereka terkejut lalu menangis. Haleluya! Bagaimana denganmu? Siapkah kamu menerapkan sesuai dengan dirimu sendiri? ((:
Semoga bermanfaat!
HK
Sabtu, 02 Mei 2015
Unfair
Kuberi kau perhatian
Kuberi cinta dan kasih sayang
Apa itu salah?
Apa aku salah menyanjungmu?
Apa aku salah mengagumimu?
Apa aku tak boleh menyukaimu?
Apa aku tak pantas menghawatirkanmu?
Setiap saat aku menatapmu
Namun tak ada balasan
Tak ada senyum ke arahku
Seakan-akan aku adalah sampah
Lalu kau pergi menjauh
Kau pergi jauh dan menghilang
Tanpa melihat ke arahku
Aku mencari kemana-mana
Namun jejakmu tak ada
Seolah-olah kau tak menginjakkan kakimu ke tanah
Kau pergi
Kau hilang bagaikan ditelan bumi
Aku tak tau maksudmu
Kenapa?
Karena ada urusan?
Karena ada panggilan?
Atau, karena aku?
Karena tak ingin melihatku?
Karena tak ingin menemuiku?
Apa hilangku, yang akan membuatmu senang?
Apa pergiku yang membuatmu gembira?
Apa itu yang membuatmu bergairah dan kembali?
HK
Kuberi cinta dan kasih sayang
Apa itu salah?
Apa aku salah menyanjungmu?
Apa aku salah mengagumimu?
Apa aku tak boleh menyukaimu?
Apa aku tak pantas menghawatirkanmu?
Setiap saat aku menatapmu
Namun tak ada balasan
Tak ada senyum ke arahku
Seakan-akan aku adalah sampah
Lalu kau pergi menjauh
Kau pergi jauh dan menghilang
Tanpa melihat ke arahku
Aku mencari kemana-mana
Namun jejakmu tak ada
Seolah-olah kau tak menginjakkan kakimu ke tanah
Kau pergi
Kau hilang bagaikan ditelan bumi
Aku tak tau maksudmu
Kenapa?
Karena ada urusan?
Karena ada panggilan?
Atau, karena aku?
Karena tak ingin melihatku?
Karena tak ingin menemuiku?
Apa hilangku, yang akan membuatmu senang?
Apa pergiku yang membuatmu gembira?
Apa itu yang membuatmu bergairah dan kembali?
HK
Sabtu, 25 April 2015
Monolog
Monolog?
Kamu ada PR
disuruh monolog oleh guru Bahasa Indonesia kamu? Atau guru Seni Budaya?
Aku pernah dulu
disuruh oleh guru Seni Budaya kami untuk membacakan monolog tiap-tiap orang di
depan kelas. Awalnya aku sama kamu sama, takut. Ngecek di internet nyari-nyari
apa yang cocok.
Kamu harus tau
arti monolog itu dulu.
Apa
itu monolog? Monolog itu percakapan yang dilakukan seorang diri, bukan berarti
orang itu sudah hilang akal sehatnya, tapi dia bisa meluapkan perasaan emosinya
ke dalam monolog itu. Entah itu kesedihan, ketegangan, marah, senang, bahkan
harapan. Aku sih lebih senang membacakan monolog yang marah-marah, aku lebih
meluapkan semua kemarahan aku itu ke dalam sebuah karya sastra. Monolog itu
bisa isinya juga puisi kok, curahan hati, cerita, bahkan percakapan layaknya
kehidupan sehari-hari kamu.
Mungkin
kamu butuh contoh monolog. Aku kasih tau monolog aku gimana yah. Walaupun uda
mainstream, tapi aku suka dengan monolog pertama buatan aku sendiri. Aku bisa
mencurahkan semua emosiku ke dalam monolog yang kubuat dan itu mudah. Intinya,
mental kamu sudah cukup untuk berdiri dan melihat orang-orang yang akan
mendengar serta melihat aktingmu J
Kau? Kalian? Wajah kalian ga asing buat
aku. Tapi siapa kalian?
Aaaaaaarrrrrrrrrrrrrrggggghhhhhh
Aku ga mungkin lupa ingatan, aku ga mungkin
lupa. Arrrrghhh.
Sebentar. Kalian? Kalian yang pernah datang
terus pergi gitu aja kan? AHAHAHAHA IYA!
Kalian yang datang dan butuh untuk
memanfatkan semua kelebihan aku. Tapi, ketika kalian ga butuh itu semua, kalian
buang aku bahkan kalian hempasin aku ke tanah! Kalian pikir aku bodoh? Aku
ingat wajah busuk kalian sekarang.
Kalian. Ingat ga sih, dulu kita makan
bareng, main bareng, chat sampai malam ga kenal waktu, jogging bareng, belajar
bareng, foto bareng. Ingat ga sih? Ingat ga dulu kita sedekat nadi. Tapi
sekarang? Tapi sekarang kita sejauh matahari. Ingat ga?! Ga usah pura-pura
bego!
Kalian pergi, kalian judge aku, kalian
menghakimi aku dan memandang aku dengan sebelah mata doang! Kalian pakai semua
kekurangan fisik aku sebagai bahan judge kalian. Aku tau aku ga secantik Anna
Popplewell. Aku tau ga setirus Angelina Jolie. Aku tau aku gendut ga selangsing
Anabelle Fuchrman. Aku tau kok rambutku ga sebagus Pevita Pearce ataupun Olivia
Jensen. Tapi ga dengan cara itu, ga dengan cara itu kalian judge aku. Kalian
judge aku, berkoar-koar seperti singa di social media. Omongan aja yang besar,
nyali mah kecil! Supaya apa?! Supaya apa hah? Supaya eksis? Supaya terkenal?
Famous dikenal banyak orang gitu? Hamburkan saja ruangan ini! Pecahkan saja
kaca lemari itu biar ramai! Biar mengaduh sampai gaduh, terus didengar orang
sana dan lihat kalau kalian pelakunya. Famous kan? Terkenal kan? Plis yah,
kalau mau eksis pakai otak! Busuk tau ga cara kalian, basi!!
Tau ga sih lagunya Miley Cyrus? Cuman Tuhan
yang bisa ngejudge kita! Emangnya kalian siapa? Kalian Tuhan? Kalian dewa? Hah?
Jawab! Ga kan?! Kenapa sembarangan aja ngomongin orang? Tiap orang punya
perasaan tau ga. Aku juga punya perasaan, sakitnya tuh di sini tau ga! Puas
sekarang puas??
Plis banget yah plis, aku minta tolong sama
kalian. Aku minta tolong kalian intropeksi diri kalian sendiri. Gaada yang
perfect kok di dunia ini. Gaada. Jadi tolong, hargai orang lain juga.
Yah
kira-kira seperti itulah. Kamu bisa revisi lagi kok, kasih yang lebih baik
lagi. Kalau perlu pakai backsound biar keren. Ada video monolog kami semua,
tapi, masih ada sama guru kami sih. Nanti aku akan upload di sini. Jadi kalian bisa
lihat dan praktekkin juga contoh monolog kami. Tapi ingat! Setiap kamu mau
mengcopy monolog karya seseorang harus disebut atau ditulis nama pengarangnya,
karena mereka akan merasa dihargai melalui apresiasi kamu mencantumkan namanya.
Camkan itu! J
Sebuah
tantangan dalam berakting monolog mungkin adalah mental seseorang. Gugup
tidaknya seseorang tergantung dirinya sendiri. Memang tak sedikit orang-orang
yang mengalami demam panggung, tapi itu bisa diatasi kok. Bagaimana caranya? Tetep setia ya membaca blog aku. Cara mengatasinya akan aku post kapan-kapan hehe ^u^
Semoga bermanfaat! >.<
HK
Semoga bermanfaat! >.<
HK
Sabtu, 18 April 2015
((perhaps)) quotes by
Pernah merasakan yang namanya diajar oleh seseorang yang kita sanjung? Aku iya! Seseorang yang pernah menjadi salah satu orang terdekatku, dia mengajariku melalui kata-kata yang membuatku berubah.
Dia berkata:
"Hidup itu tdk boleh ada keterpaksaan semua harus dijalani dengan baik"
"Semua orang berhak bersahabat"
"Berhak juga memilih jalannya sendiri"
"Tidak ada org yg boleh menghalangi keinginan orglain jika hal itu baik"
"Tidak boleh saling membenci"
"Semua orang hrs saling memaafkan"
"Tidak ada orang yg berbeda"
"Di mata TUHAN semua orang sama"
"Semua orang harus saling tolong menolong dan saling mengasihi"
"Semua orang pantas memiliki apapun"
"Pengorbanan memang perlu, tapi pengorbanan yg tidak menyakitkan baginya"
Bisa dibilang kata-kata bijak atau lebih tepatnya "quotes". Semuanya diucapkan oleh yah apa aku harus menyebutnya. Ya, aku harus menyebutnya walaupun inisial saja, lol I will not. Dia yang membuatku jauh lebih baik. Dia yang menasihatiku di kala aku memberontak. Dia yang ingin hidupku tidak hanya sebatas keluhan semata.
Salah satu alasan yang sulit membuatku menjauh, tapi aku harus melakukannya walaupun dengan cara terpaksa:)
HK
Dia berkata:
"Hidup itu tdk boleh ada keterpaksaan semua harus dijalani dengan baik"
"Semua orang berhak bersahabat"
"Berhak juga memilih jalannya sendiri"
"Tidak ada org yg boleh menghalangi keinginan orglain jika hal itu baik"
"Tidak boleh saling membenci"
"Semua orang hrs saling memaafkan"
"Tidak ada orang yg berbeda"
"Di mata TUHAN semua orang sama"
"Semua orang harus saling tolong menolong dan saling mengasihi"
"Semua orang pantas memiliki apapun"
"Pengorbanan memang perlu, tapi pengorbanan yg tidak menyakitkan baginya"
Bisa dibilang kata-kata bijak atau lebih tepatnya "quotes". Semuanya diucapkan oleh yah apa aku harus menyebutnya. Ya, aku harus menyebutnya walaupun inisial saja, lol I will not. Dia yang membuatku jauh lebih baik. Dia yang menasihatiku di kala aku memberontak. Dia yang ingin hidupku tidak hanya sebatas keluhan semata.
Salah satu alasan yang sulit membuatku menjauh, tapi aku harus melakukannya walaupun dengan cara terpaksa:)
HK
Sabtu, 11 April 2015
I can't explain my feeling
200 words.
Sudah cukup. Sudah kucoba beberapa kali untuk melupakanmu. Apa dayaku tak sanggup melakukannya. Sudah kucoba membencimu. namun hatiku sulit menyanggupinya. Mencoba tidak peduli tapi ingin kembali. Pikiranku berkata ya, tapi hatiku berkata jangan.
Kucoba berkata "apa peduliku padamu?" Lalu hati menjawab "katakan saja, aku mengetahuinya. rasa kangen yang tidak tersampaikan itu perlahan akan membunuhmu".
Ya! Aku pikir aku sudah mati. Mati karena lemah aku benci. Aku lemah walaupun aku pikir aku perempuan yang kuat. Jiwaku ditelan bumi, hanya tubuhku saja yang tertinggal di dunia ini.
Bagaimana caranya aku sesedih ini hanya karena cinta? Bukankah aku perempuan tercuek kalau ditanya mengenai cinta? Dulu, cinta mungkin adalah sebuah legenda yang hidup hanya beberapa lumbar bagiku. Sekarang? Sudah seperti selembar kain lebar yang menyelimutiku akibat dingin malam yang mengigitku.
Tuhan, bantu aku. Aku ga sanggup. Aku lemah. Aku ga kuat. Aku seperti terjatuh karena hempasan. Aku seperti dibuang dari ketinggian 100 meter hingga otakku tercecer di jalanan. Jantungku seperti tertikam pisau. Tidak, bukan pisau. Hanya sebuah jarum kecil tak terlihat secara kasat mata. Setitik luka namun berbekas. Darah mengalir dari dalam tubuhku keluar layaknya air terjun. Alhasil, tak berdetak. Aku merasakan itu.
Aku tidak bisa mengekspresikan perasaanku. Semua campur aduk tak bernilai apapun.
HK
Sudah cukup. Sudah kucoba beberapa kali untuk melupakanmu. Apa dayaku tak sanggup melakukannya. Sudah kucoba membencimu. namun hatiku sulit menyanggupinya. Mencoba tidak peduli tapi ingin kembali. Pikiranku berkata ya, tapi hatiku berkata jangan.
Kucoba berkata "apa peduliku padamu?" Lalu hati menjawab "katakan saja, aku mengetahuinya. rasa kangen yang tidak tersampaikan itu perlahan akan membunuhmu".
Ya! Aku pikir aku sudah mati. Mati karena lemah aku benci. Aku lemah walaupun aku pikir aku perempuan yang kuat. Jiwaku ditelan bumi, hanya tubuhku saja yang tertinggal di dunia ini.
Bagaimana caranya aku sesedih ini hanya karena cinta? Bukankah aku perempuan tercuek kalau ditanya mengenai cinta? Dulu, cinta mungkin adalah sebuah legenda yang hidup hanya beberapa lumbar bagiku. Sekarang? Sudah seperti selembar kain lebar yang menyelimutiku akibat dingin malam yang mengigitku.
Tuhan, bantu aku. Aku ga sanggup. Aku lemah. Aku ga kuat. Aku seperti terjatuh karena hempasan. Aku seperti dibuang dari ketinggian 100 meter hingga otakku tercecer di jalanan. Jantungku seperti tertikam pisau. Tidak, bukan pisau. Hanya sebuah jarum kecil tak terlihat secara kasat mata. Setitik luka namun berbekas. Darah mengalir dari dalam tubuhku keluar layaknya air terjun. Alhasil, tak berdetak. Aku merasakan itu.
Aku tidak bisa mengekspresikan perasaanku. Semua campur aduk tak bernilai apapun.
HK
Jumat, 03 April 2015
Seberapa besar cintamu untuk Yesus?
Selamat hari Jumat Agung teman-teman!
Ga terasa yah, 4 bulan yang lalu kita baru merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus. Sekarang tanggal 3 April, kita merayakan Jumat Agung, kematian Yesus Kristus bagi kita semua.
Seberapa besar cintamu untuk Yesus?
Yesus sudah mati di kayu Salib untuk menebus dosa kita. Yesus rela dihina, diejek, dicambuk, disalib untuk manusia karna Dia tau kalau kita ga bakalan sanggup menerima penderitaan dan siksaan itu.
Film yang selalu membuatku menangis walaupun beberapa kali ditonton adalah Son of God. Walaupun hanya film, tapi film ini diangkat dari kisah nyata yang dialami Yesus.
Dia menerima semua penderitaan itu namun tetap sanggup untuk menghibur setiap orang "Do not be afraid".
Ga sanggup ngeliat penderitaan yang dialami Yesus, nonton filmnya aja uda netes air mata, apalagi melihat secara langsung penderitaan Yesus untukku?
Ayo yo, kita barengan renungin hal ini. Barengan berubah di setiap waktu dan mempunyai waktu yang lebih untuk Tuhan. Tuhan Yesus punya waktu untuk kita, bagaimana dengan kita? Tuhan Yesus selalu ada buat kita, apakah kita selalu ada untuk Dia? Aku juga lagi belajar kok dalam hal ini, semoga kita bisa menjadi berkat yah :)
Tuhan Yesus memberkati!
HK
Ga terasa yah, 4 bulan yang lalu kita baru merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus. Sekarang tanggal 3 April, kita merayakan Jumat Agung, kematian Yesus Kristus bagi kita semua.
Seberapa besar cintamu untuk Yesus?
Yesus sudah mati di kayu Salib untuk menebus dosa kita. Yesus rela dihina, diejek, dicambuk, disalib untuk manusia karna Dia tau kalau kita ga bakalan sanggup menerima penderitaan dan siksaan itu.
Film yang selalu membuatku menangis walaupun beberapa kali ditonton adalah Son of God. Walaupun hanya film, tapi film ini diangkat dari kisah nyata yang dialami Yesus.
Dia menerima semua penderitaan itu namun tetap sanggup untuk menghibur setiap orang "Do not be afraid".
Ga sanggup ngeliat penderitaan yang dialami Yesus, nonton filmnya aja uda netes air mata, apalagi melihat secara langsung penderitaan Yesus untukku?
Ayo yo, kita barengan renungin hal ini. Barengan berubah di setiap waktu dan mempunyai waktu yang lebih untuk Tuhan. Tuhan Yesus punya waktu untuk kita, bagaimana dengan kita? Tuhan Yesus selalu ada buat kita, apakah kita selalu ada untuk Dia? Aku juga lagi belajar kok dalam hal ini, semoga kita bisa menjadi berkat yah :)
Tuhan Yesus memberkati!
HK
Jumat, 27 Maret 2015
bukan flash fiction
ini bukan flash fiction, gue hanya nyoba membuat hal hal seperti ini sih. 100 words. so, here we go..
hampa.. hampaa..
tak tau hati ini bagaimana artinya.
hanya 1 tanda menusuk jiwa.
hanya sebuah kata yang tidak bermakna.
apa daya.
aku terluka. tapi, aku tidak memberitahunya.
aku tak kuasa, untuk melihat semuanya.
kumenangis di sudut sana.
tak mengerti apa maksudnya.
berubah.
terlalu cepat dilawan sandera.
mengingat kejadian lama.
mengingat cerita lama.
mengingat percakapan lama.
ah.
tidak ada rasa. tidak putus asa.
tapi malas mencoba.
apa aku salah?
aku lelah. aku gundah.
hati ini lelah untuk berkata kata.
kumencoba lagi sekuat tenaga.
taukah, hati ini berbicara?
apakah, kau mengetahuinya?
haruskah, kumengungkapkannya?
tidak seharusnya.
tanpa kumemberitahumu, semuanya sudah terduga.
sampai jumpa.
selamanya
HK
hampa.. hampaa..
tak tau hati ini bagaimana artinya.
hanya 1 tanda menusuk jiwa.
hanya sebuah kata yang tidak bermakna.
apa daya.
aku terluka. tapi, aku tidak memberitahunya.
aku tak kuasa, untuk melihat semuanya.
kumenangis di sudut sana.
tak mengerti apa maksudnya.
berubah.
terlalu cepat dilawan sandera.
mengingat kejadian lama.
mengingat cerita lama.
mengingat percakapan lama.
ah.
tidak ada rasa. tidak putus asa.
tapi malas mencoba.
apa aku salah?
aku lelah. aku gundah.
hati ini lelah untuk berkata kata.
kumencoba lagi sekuat tenaga.
taukah, hati ini berbicara?
apakah, kau mengetahuinya?
haruskah, kumengungkapkannya?
tidak seharusnya.
tanpa kumemberitahumu, semuanya sudah terduga.
sampai jumpa.
selamanya
HK
Langganan:
Postingan (Atom)



