Sabtu, 25 April 2015

Monolog

Monolog?
Kamu ada PR disuruh monolog oleh guru Bahasa Indonesia kamu? Atau guru Seni Budaya?
Aku pernah dulu disuruh oleh guru Seni Budaya kami untuk membacakan monolog tiap-tiap orang di depan kelas. Awalnya aku sama kamu sama, takut. Ngecek di internet nyari-nyari apa yang cocok.
Kamu harus tau arti monolog itu dulu.
Apa itu monolog? Monolog itu percakapan yang dilakukan seorang diri, bukan berarti orang itu sudah hilang akal sehatnya, tapi dia bisa meluapkan perasaan emosinya ke dalam monolog itu. Entah itu kesedihan, ketegangan, marah, senang, bahkan harapan. Aku sih lebih senang membacakan monolog yang marah-marah, aku lebih meluapkan semua kemarahan aku itu ke dalam sebuah karya sastra. Monolog itu bisa isinya juga puisi kok, curahan hati, cerita, bahkan percakapan layaknya kehidupan sehari-hari kamu.

Mungkin kamu butuh contoh monolog. Aku kasih tau monolog aku gimana yah. Walaupun uda mainstream, tapi aku suka dengan monolog pertama buatan aku sendiri. Aku bisa mencurahkan semua emosiku ke dalam monolog yang kubuat dan itu mudah. Intinya, mental kamu sudah cukup untuk berdiri dan melihat orang-orang yang akan mendengar serta melihat aktingmu J



Kau? Kalian? Wajah kalian ga asing buat aku. Tapi siapa kalian?
Aaaaaaarrrrrrrrrrrrrrggggghhhhhh
Aku ga mungkin lupa ingatan, aku ga mungkin lupa. Arrrrghhh.
Sebentar. Kalian? Kalian yang pernah datang terus pergi gitu aja kan? AHAHAHAHA IYA!
Kalian yang datang dan butuh untuk memanfatkan semua kelebihan aku. Tapi, ketika kalian ga butuh itu semua, kalian buang aku bahkan kalian hempasin aku ke tanah! Kalian pikir aku bodoh? Aku ingat wajah busuk kalian sekarang.
Kalian. Ingat ga sih, dulu kita makan bareng, main bareng, chat sampai malam ga kenal waktu, jogging bareng, belajar bareng, foto bareng. Ingat ga sih? Ingat ga dulu kita sedekat nadi. Tapi sekarang? Tapi sekarang kita sejauh matahari. Ingat ga?! Ga usah pura-pura bego!
Kalian pergi, kalian judge aku, kalian menghakimi aku dan memandang aku dengan sebelah mata doang! Kalian pakai semua kekurangan fisik aku sebagai bahan judge kalian. Aku tau aku ga secantik Anna Popplewell. Aku tau ga setirus Angelina Jolie. Aku tau aku gendut ga selangsing Anabelle Fuchrman. Aku tau kok rambutku ga sebagus Pevita Pearce ataupun Olivia Jensen. Tapi ga dengan cara itu, ga dengan cara itu kalian judge aku. Kalian judge aku, berkoar-koar seperti singa di social media. Omongan aja yang besar, nyali mah kecil! Supaya apa?! Supaya apa hah? Supaya eksis? Supaya terkenal? Famous dikenal banyak orang gitu? Hamburkan saja ruangan ini! Pecahkan saja kaca lemari itu biar ramai! Biar mengaduh sampai gaduh, terus didengar orang sana dan lihat kalau kalian pelakunya. Famous kan? Terkenal kan? Plis yah, kalau mau eksis pakai otak! Busuk tau ga cara kalian, basi!!
Tau ga sih lagunya Miley Cyrus? Cuman Tuhan yang bisa ngejudge kita! Emangnya kalian siapa? Kalian Tuhan? Kalian dewa? Hah? Jawab! Ga kan?! Kenapa sembarangan aja ngomongin orang? Tiap orang punya perasaan tau ga. Aku juga punya perasaan, sakitnya tuh di sini tau ga! Puas sekarang puas??
Plis banget yah plis, aku minta tolong sama kalian. Aku minta tolong kalian intropeksi diri kalian sendiri. Gaada yang perfect kok di dunia ini. Gaada. Jadi tolong, hargai orang lain juga.



Yah kira-kira seperti itulah. Kamu bisa revisi lagi kok, kasih yang lebih baik lagi. Kalau perlu pakai backsound biar keren. Ada video monolog kami semua, tapi, masih ada sama guru kami sih. Nanti aku akan upload di sini. Jadi kalian bisa lihat dan praktekkin juga contoh monolog kami. Tapi ingat! Setiap kamu mau mengcopy monolog karya seseorang harus disebut atau ditulis nama pengarangnya, karena mereka akan merasa dihargai melalui apresiasi kamu mencantumkan namanya. Camkan itu! J
Sebuah tantangan dalam berakting monolog mungkin adalah mental seseorang. Gugup tidaknya seseorang tergantung dirinya sendiri. Memang tak sedikit orang-orang yang mengalami demam panggung, tapi itu bisa diatasi kok. Bagaimana caranya? Tetep setia ya membaca blog aku. Cara mengatasinya akan aku post kapan-kapan hehe ^u^
Semoga bermanfaat! >.<


HK

Sabtu, 18 April 2015

((perhaps)) quotes by

Pernah merasakan yang namanya diajar oleh seseorang yang kita sanjung? Aku iya! Seseorang yang pernah menjadi salah satu orang terdekatku, dia mengajariku melalui kata-kata yang membuatku berubah.

Dia berkata:
"Hidup itu tdk boleh ada keterpaksaan semua harus dijalani dengan baik"
"Semua orang berhak bersahabat"
"Berhak juga memilih jalannya sendiri"
"Tidak ada org yg boleh menghalangi keinginan orglain jika hal itu baik"
"Tidak boleh saling membenci"
"Semua orang hrs saling memaafkan"
"Tidak ada orang yg berbeda"
"Di mata TUHAN semua orang sama"
"Semua orang harus saling tolong menolong dan saling mengasihi" 
"Semua orang pantas memiliki apapun"
"Pengorbanan memang perlu, tapi pengorbanan yg tidak menyakitkan baginya"

Bisa dibilang kata-kata bijak atau lebih tepatnya "quotes". Semuanya diucapkan oleh yah apa aku harus menyebutnya. Ya, aku harus menyebutnya walaupun inisial saja, lol I will not. Dia yang membuatku jauh lebih baik. Dia yang menasihatiku di kala aku memberontak. Dia yang ingin hidupku tidak hanya sebatas keluhan semata.
Salah satu alasan yang sulit membuatku menjauh, tapi aku harus melakukannya walaupun dengan cara terpaksa:)



HK

Sabtu, 11 April 2015

I can't explain my feeling

200 words.

Sudah cukup. Sudah kucoba beberapa kali untuk melupakanmu. Apa dayaku tak sanggup melakukannya. Sudah kucoba membencimu. namun hatiku sulit menyanggupinya. Mencoba tidak peduli tapi ingin kembali. Pikiranku berkata ya, tapi hatiku berkata jangan. 
Kucoba berkata "apa peduliku padamu?" Lalu hati menjawab "katakan saja, aku mengetahuinya. rasa kangen yang tidak tersampaikan itu perlahan akan membunuhmu".  
Ya! Aku pikir aku sudah mati. Mati karena lemah aku benci. Aku lemah walaupun aku pikir aku perempuan yang kuat. Jiwaku ditelan bumi, hanya tubuhku saja yang tertinggal di dunia ini. 
Bagaimana caranya aku sesedih ini hanya karena cinta? Bukankah aku perempuan tercuek kalau ditanya mengenai cinta? Dulu, cinta mungkin adalah sebuah legenda yang hidup hanya beberapa lumbar bagiku. Sekarang? Sudah seperti selembar kain lebar yang menyelimutiku akibat dingin malam yang mengigitku. 
Tuhan, bantu aku. Aku ga sanggup. Aku lemah. Aku ga kuat. Aku seperti terjatuh karena hempasan. Aku seperti dibuang dari ketinggian 100 meter hingga otakku tercecer di jalanan. Jantungku seperti tertikam pisau. Tidak, bukan pisau. Hanya sebuah jarum kecil tak terlihat secara kasat mata. Setitik luka namun berbekas. Darah mengalir dari dalam tubuhku keluar layaknya air terjun. Alhasil, tak berdetak. Aku merasakan itu.
Aku tidak bisa mengekspresikan perasaanku. Semua campur aduk tak bernilai apapun.


HK

Jumat, 03 April 2015

Seberapa besar cintamu untuk Yesus?

Selamat hari Jumat Agung teman-teman!
Ga terasa yah, 4 bulan yang lalu kita baru merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus. Sekarang tanggal 3 April, kita merayakan Jumat Agung, kematian Yesus Kristus bagi kita semua.

Seberapa besar cintamu untuk Yesus?
Yesus sudah mati di kayu Salib untuk menebus dosa kita. Yesus rela dihina, diejek, dicambuk, disalib untuk manusia karna Dia tau kalau kita ga bakalan sanggup menerima penderitaan dan siksaan itu.
Film yang selalu membuatku menangis walaupun beberapa kali ditonton adalah Son of God. Walaupun hanya film, tapi film ini diangkat dari kisah nyata yang dialami Yesus.
Dia menerima semua penderitaan itu namun tetap sanggup untuk menghibur setiap orang "Do not be afraid".
Ga sanggup ngeliat penderitaan yang dialami Yesus, nonton filmnya aja uda netes air mata, apalagi melihat secara langsung penderitaan Yesus untukku?

Ayo yo, kita barengan renungin hal ini. Barengan berubah di setiap waktu dan mempunyai waktu yang lebih untuk Tuhan. Tuhan Yesus punya waktu untuk kita, bagaimana dengan kita? Tuhan Yesus selalu ada buat kita, apakah kita selalu ada untuk Dia? Aku juga lagi belajar kok dalam hal ini, semoga kita bisa menjadi berkat yah :)

Tuhan Yesus memberkati!


HK