200 words.
Sudah cukup. Sudah kucoba beberapa kali untuk melupakanmu. Apa dayaku tak sanggup melakukannya. Sudah kucoba membencimu. namun hatiku sulit menyanggupinya. Mencoba tidak peduli tapi ingin kembali. Pikiranku berkata ya, tapi hatiku berkata jangan.
Kucoba berkata "apa peduliku padamu?" Lalu hati menjawab "katakan saja, aku mengetahuinya. rasa kangen yang tidak tersampaikan itu perlahan akan membunuhmu".
Ya! Aku pikir aku sudah mati. Mati karena lemah aku benci. Aku lemah walaupun aku pikir aku perempuan yang kuat. Jiwaku ditelan bumi, hanya tubuhku saja yang tertinggal di dunia ini.
Bagaimana caranya aku sesedih ini hanya karena cinta? Bukankah aku perempuan tercuek kalau ditanya mengenai cinta? Dulu, cinta mungkin adalah sebuah legenda yang hidup hanya beberapa lumbar bagiku. Sekarang? Sudah seperti selembar kain lebar yang menyelimutiku akibat dingin malam yang mengigitku.
Tuhan, bantu aku. Aku ga sanggup. Aku lemah. Aku ga kuat. Aku seperti terjatuh karena hempasan. Aku seperti dibuang dari ketinggian 100 meter hingga otakku tercecer di jalanan. Jantungku seperti tertikam pisau. Tidak, bukan pisau. Hanya sebuah jarum kecil tak terlihat secara kasat mata. Setitik luka namun berbekas. Darah mengalir dari dalam tubuhku keluar layaknya air terjun. Alhasil, tak berdetak. Aku merasakan itu.
Aku tidak bisa mengekspresikan perasaanku. Semua campur aduk tak bernilai apapun.
HK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar